Friday, July 11, 2008

Download Musik dari Multiply

Sejak upgrade ke Firefox 3, UnPlug menjadi tidak bisa digunakan lagi. Ada beberapa solusi yang bisa Anda pilih dan terapkan:

Cara paling sederhana dan praktis untuk menggantikan UnPlug 

  • GreaseMonkey dan Download Multiply Music 

Yang paling mirip dengan fungsi UnPlug. IMO malah lebih baik, karena langsung mengubah judul lagu di halaman musik Multiply menjadi link yang bisa langsung di-klik atau di-save. Pasang GreaseMonkey lalu tambahkan skrip Download Multiply Music dari userscripts.org.

  • GreaseMonkey dan YouTube Download

Kalau mau lebih mirip lagi dengan fungsi UnPlug, tambahkan skrip YouTube Download dari userscripts.org.

Cara-cara alternatif lainnya 

  • Download Helper 

Download Helper ini dapat menggantikan UnPlug untuk mengunduh video dari YouTube — dan bahkan video dari Multiply juga. Tapi tidak bisa mengunduh lagu dari Multiply.

  • Orbit Downloader 

Orbit Downloader (windows) masih cukup ampuh untuk mengunduh lagu dari Multiply. Tidak perlu ketergantungan versi dan jenis browser.

  • Turun ke Firefox 2

Kalau masih nyaman dengan UnPlug (dan ekstensi-ekstensi lain yang bermasalah dengan Firefox 3), silakan turun ke Firefox 2. Arsipnya masih ada di Mozilla, OldApps (windows), Mac.OldApps (mac) dan OldVersion (windows).

  • Pasang browser alternatif berbasis Gecko

Tidak mau downgrade Firefox? Pasang browser kedua berbasis Gecko. Netscape Navigator (dan mungkin Flock juga) bisa digunakan. Pasang UnPlug di browser tersebut.

  • UnPlug versi modifikasi

Ada programmer yang mencoba membuat UnPlug versi stagnan menjadi kompatibel dengan Firefox 3. Tapi sepertinya tidak berfungsi dengan baik. Kalau mau coba silakan di link ini.

Posted by richoz in 20:18:48 | Permalink | Comments (1) »

Saturday, April 5, 2008

Menanggapi Fitna, Pemblokiran dan Intelektualitas

Buat pemerintah dan pihak-pihak lain yang terkait.

Saya sudah menonton Fitna. Walaupun saya bukan penganut agama Islam yang taat, tapi saya tahu bahwa film itu adalah usaha penyesatan dengan memanfaatkan penggalan ayat Al Quran yang dikutip secara tidak lengkap (saya tidak tahu persis bagaimana mengungkapkannya, kalau ada yang mau mengoreksi atau menambahi dipersilakan).

Ya dan saya tahu juga bahwa film semacam itu memiliki pengaruh yang sangat berbahaya untuk kehidupan beragama dan aspek-aspek lainnya dalam kehidupan. Saya juga tidak setuju dengan apa yang diungkapkan dalam film itu.

Tapi menurut saya pemblokiran arus informasi dan reaksi kekerasan justru menampakkan tingkat intelektual yang rendah.

Kalau menurut Anda (pemerintah) film ini tidak bisa diabaikan begitu saja, lawanlah dengan intelektualitas yang minimal sejajar. Lebih tinggi jelas lebih bagus. Reaksi yang salah dapat menjadi bumerang.

Di negara kita, Indonesia, ini kan banyak cendekiawan muslim. Malah ada organisasinya kan. Bikin dong argumentasi yang mengungkapkan fakta sebenarnya. Argumentasi yang mematahkan penyesatan-penyesatan dalam film itu. Argumen-argumen yang membuat adem.

Tidak bisa bikin film tandingan? Halah. Ada banyak pekerja kreatif bagus di Indonesia. Lihat saja ada banyak iklan, video klip dan film bagus buatan orang Indonesia kan. Kerja sama lah dengan mereka untuk bikin presentasi yang lebih ciamik daripada buatannya si Geert Wilders ini.

Buktikan bahwa Geert Wilders berbuat kesalahan. Buktikan secara intelek.

Buat dalam multi bahasa. Sebarkan ke seluruh dunia. Gunakan YouTube, Google Video, Liveleak, Multiply dan berbagai layanan video sharing lainnya, sebagaimana Fitna disebarkan. Kalau perlu wajibkan anak sekolah untuk menontonnya bersama-sama, seperti saat kita kecil digiring menonton Penumpasan Pemberontakan G30S/PKI.

Itu baru satu ide yang saya yakin bukan cuma saya yang punya pemikiran seperti ini. Atau mungkin malah ada ide lain yang jauh lebih menarik dan efektif, ketimbang menutup arus informasi alias pemblokiran.

Sudah tahu kan, bagaimana yang terjadi di negara-negara yang arus informasinya diblokir dan dibatasi?

Belum tahu? Oh iya, maaf saya lupa, arus informasi sudah mulai dibatasi. Tapi mumpung masih bisa jalan-jalan ke Wikipedia dan cache-nya Google, silakan cari tahu sendiri.


PS: Geert Wilders adalah pengecut tak bertanggung jawab. Ini buktinya:

On March 22, the Dutch Muslim Broadcasting Association (NMO) offered to air the film, on the proviso that it could be previewed for any possible illegal material and that Wilders would take part in a debate with proponents and opponents afterwards. Wilders declined, quoted as saying “No way, NMO.”

Referensi:

Posted by richoz in 10:32:01 | Permalink | Comments (1) »

Saturday, August 4, 2007

Teejay a.k.a TJ-Fretless Bass

5 tahun yang lalu, tahun 2002, saya pernah merancang bas. Dikerjakan oleh luthier lokal di Denpasar, Bali, selama kira-kira 4 minggu. Hasilnya sama sekali tidak mengecewakan, malah lebih baik dari ekspektasi saya. Beberapa fotonya ada di sini.

Bas ini saya namakan Teejay atau TJ karena mengambil bentuk Telecaster yang di-skew seperti Jazz Bass. Neck dan headstock-nya meniru spesifikasi Warwick Thumb dengan sedikit modifikasi. Fretless, dengan inlay dots kecil di bagian samping neck, berguna untuk memandu saat bermain di register atas. Hanya satu passive-single-coil jazz-bass-style-pickup yang digunakan karena memang karakter suara itu yang saya inginkan. Dua potensio, satu untuk volume, satu untuk tone.

Badan bas dibuat semi hollow seperti Tele Thinline. Ini membuat bas tersebut cukup ringan walau kayu yang digunakan sebagian besar adalah mahogany yang relatif berat. Fingerboard menggunakan rosewood. Laminasi untuk finishing seluruh permukaan menggunakan cat clear matte (doff). Awalnya saya khawatir fingerboard ini akan dimakan oleh senar roundwound yang saya pakai, karena susah sekali mendapatkan flatwound khusus untuk fretless. Untunglah ternyata lebih kuat dari perkiraan saya.

Sekitar 8 bulan saya pakai bas ini (dengan bangga dan suka cita) untuk ngamen di beberapa kafe di Ubud, Bali. Sempat rekaman iseng-iseng juga di kamar (unduh di sini) walaupun mixing-nya masih sangat kasar. Sampai akhirnya bas ini harus saya relakan berpindah tangan ke orang lain. Bukan hal yang menyenangkan untuk diceritakan.

Tahun 2003 saya pindah ke Jakarta. Sempet ketemu ama Erwin Sundoro dan terlintas pikiran untuk membuat kembali bas ini, tentunya dengan perbaikan-perbaikan berdasarkan kekurangan di model sebelumnya. Sayang Erwin keburu sibuk dengan tugas di kantor barunya. Dana yang tersedia pun lalu dialokasikan untuk membeli bas stock, sehingga Teejay 2.0 tidak (atau belum) terealisasikan sampai sekarang.

Saat ini saya terpikirkan untuk membagi rancangan ini. Di bawah ini adalah skema Teejay 2.0. Silakan dipakai kalau mau dan dimodifikasi kalau perlu. Saya hanya mengharapkan pesan singkat lewat reply box, personal message atau email, seperti, “hai, disainnya saya pakai ya,” dan foto-foto hasil jadinya (setelah jadi, tentunya).

Penggunaan jenis kayu juga dapat diganti dengan kayu lain, konsultasikan dengan luthier atau pembuat gitar yang berpengalaman. Pickup juga bisa diganti yang lain seperti humbucker atau split-single-coil seperti Precision Bass. Atau bisa juga sekalian multi-selection-pickup, digabung dengan piezo pickup yang dipasang di bawah bridge supaya karakter akustiknya bisa lebih terdengar. Passive atau active electronic juga bisa. Just use your imagination and creativity.

Kalau perlu skema rancangan dalam skala 1:1, bisa saya kirimkan editable file dalam format freehand atau illustrator.

Posted by richoz in 15:50:22 | Permalink | Comments (1) »

Monday, April 16, 2007

Insiden Pop Mie di Adam Air

Gue baru sekali ini naik Adam Air. Dan baru kali ini gue ngalamin di maskapai penerbangan, waktu boarding dikasih bekal Pop Mie untuk disantap di dalam pesawat.

Pada waktu pesawat sudah tinggal landas, ada pemberitahuan dari pramugari, “Para penumpang yang terhormat. Apabila Anda mendapatkan Pop Mie pada saat boarding, silakan dibuka dan mencampurkan sayuran kering dan bumbu ke dalamnya. Kru pesawat kami (mereka menyebutnya Adam Angels) akan membubuhkan air panas agar Pop Mie Anda matang.”

Mereka mengumpulkan Pop Mie tersebut, lalu setelah diisi air panas di belakang, dikembalikan ke penumpang. Mereka mencatat, penumpang-penumpang di kursi berapa sajakah yang minta agar Pop Mie-nya diseduh air panas. Sebelumnya gue pikir mereka akan membawa ceret air panas dan menuangkannya di dekat kursi penumpang. Rencananya gue akan minta air panasnya jangan terlalu banyak, dan bumbu-bumbu belum gue campur. Jadi Pop Mie gue dibawa dan diseduh tanpa bumbu.

Insiden dimulai di sini. Pada saat Pop Mie kembali ke penumpang, The Adam Angels mengira semua Pop Mie itu sama saja. Jadi dibagikan kembali secara acak. Pop Mie gue kembali dan sudah berbumbu. Dan karena gue ada bumbu lebih, gue campurkan lagi supaya lebih pekat.

Cerita di atas adalah cerita nyata, berikut ini adalah cerita fiksi

Nah, Pop Mie gue yang belum berbumbu itu nyampai ke penumpang lain yang (tentu saja) merasa tadi telah menambahkan bumbu ke dalam Pop Mie-nya. Sang penumpang setelah mencicipi Pop Mie tawar mencoba untuk mengaduk, berharap bahwa ketawaran itu karena bumbunya belum tercampur sempurna.

Setelah beberapa adukan dan tetap terasa tawar, ia mulai berpikir, “Apakah saya mengalami gejala sakit sehingga lidah saya tidak merasakan bumbu di Pop Mie ini?”

Ia mencoba membandingkan dengan penumpang di sebelahnya, “Apakah Pop Mie Anda terasa normal? Apakah bumbunya terasa?” Penumpang di sebelahnya mengiyakan.

Kemudian, setelah yakin bahwa dirinya sebenarnya tidak sakit, ia mulai sadar bahwa Pop Mie-nya tertukar dengan orang lain. Dipanggilnya salah seorang pramugari (Adam Angel), “Mbak, Pop Mie saya belum dibumbui. Bisa minta tolong ditambahi?”

Sang pramugari dengan berat hati menjawab, “Wah tidak bisa, jatahnya pas.”

Si penumpang yang merasa dikerjai mulai naik pitam. Lalu berdiri di tengah kabin penumpang sambil berteriak keras, “Hoei!!! Siapa yang belum menaruh bumbu di Pop Mie-nya?”
Seluruh penumpang lainnya terkejut. Gue juga sempet kaget sejenak. Tapi lalu cuek dan menyantap kembali Pop Mie berbumbu ekstra super lezat. Penumpang itu kembali berteriak, “Tidak ada satu pun penumpang yang boleh turun sebelum ada yang mengaku!!!”

Bersambung

Posted by richoz in 13:22:19 | Permalink | Comments (3)